Refleksi 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Thailand

Penulis: Susanna Sunarno

Lovely temple

Sebuah kerja sama antara dua negara  atau negara-negara di kawasan ASEAN harus diawali dengan landasan kesepahaman atas tujuan yang sama antara negara-negara tersebut. Dalam hasil diskusi dan pemaparan dalam seminar yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kedutaan Besar Kerajaan Thailand dan Universitas Indonesia, digarasibawahi pentingnya menjalin komunikasi dan pengetahuan akan sejarah budaya masing-masing negara.  “Komunikasi perlu dipererat dengan pemahaman bahasa masing-masing negara; dan tidak harus melulu melalui bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi, melainkan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Thailand, misalnya,” ujar Thanet Aphomsuvan, Ph.D, akademisi Thammasat Univerity Thailand.  Begitu pula dengan pembekalan pada generasi muda akan jati diri bangsa dan akar budaya masing – masing negara sebagai sebuah perbedaan yang memperkaya, sehingga bisa dilestarikan sekaligus menghindari lunturnya budaya lokal oleh westernisasi. Toh, menjadi modern bukan harus meninggalkan akar budaya Asia Tenggara.

60 Tahun Indonesia - Thailand

Menyambut ajakan Thanet Aphomsuvan dan moderator pada sesi pertama, Wakil Presiden KADIN Indonesia Komite Thailand, Nancy Martasuta memulai pemaparannya menggunakan 2 bahasa, yakni Indonesia dan Thailand. Ini merupakan suatu terobosan yang harus diupayakan dalam berbagai kesempatan, jika memungkinkan. Keberhasilan Thailand dalam mengembangkan pertanian, industri packaging untuk hasil laut, serta pelayanan kesehatan merupakan hal-hal yang patut dicontoh dan dipelajari oleh bangsa Indonesia. Thailand adalah negara ke-5 di dunia yang mengekspor agri-food product ke 19 negara OIC, sedangkan Indonesia berada di peringkat ke 9. Walaupun mayoritas masyarakat Thailand beragama Budha, namun pemerintahnya pintar menangkap peluang usaha pasar global dengan memposisikan dirinya menjadi menjadi penyedia makanan halal.

 “Keseriusan dalam perkara Halal ini tercermin dari dimilikinya pusat studi dan penelitian The Halal Science Center Chulalongkorn University Bangkok & Pattani,” tutur Dr. Winai Dahlan, Direktur Halal Science Center, yang kebetulan lahir dari pernikahan Thailand – Jawa.  

Sedangkan Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, baru mendirikan Halal Science Centre di IPB Bogor 2007, di UIN dan UGM Yogyakarta 2009, dan menyusul akan berdiri satu lagi di Universitas Hasanudin Makasar.

Di sisi lain, DR. Aji Sularso,MMA, Dirjen P2SDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan mengungkapkan guna meningkatkan hasil tangkap nelayan lokal Indonesia yang rata-rata masih menggunakan kapal tradisional, pemerintah Indonesia ingin bekerja sama lebih erat lagi dengan pemerintah Thailand, agar kapal-kapal Thailand yang relatif lebih canggih yang masuk ke Indonesia untuk mencari ikan secara illegal bisa dicegah dan ditertibkan.

Selama ini Indonesia dan Thailand telah memiliki hubungan bilateral yang berlangsung dengan baik. Kedekatan hubungan keduanya terlihat dari kunjungan pejabat tinggi kedua negara. Bahkan kedua negara memiliki forum kerjasama bilateral dalam bentuk  The Joint Commission between the Republic of Indonesia and the Kingdom of Thailand. Forum tersebut telah menyepakati untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, a.l pertahanan, ekonomi-perdagangan, investasi, pertanian, perhubungan, pariwisata, pendidikan, dll. Pertemuan berikutnya direncankan dilaksanakan di Indonesia pada kuartal keempat 2010. Forum kerja sama lainnya diantara kedua negara adalah: High Level Committee di bidang pertahanan, Konsultasi Kerjasama Teknis, Joint Agriculture Working Group (JAWG), Energy Forum, Joint Indonesia – Thailand Business Council, dan Rector Forum. Khusus di bidang pendidikan, Indonesia menyambut baik mahasiswa/i Thailand Selatan di berbagai perguruan tinggi Indonesia, diantaranya melalui beasiswa yang ditawarkan indtitusi pendidikan dibawah naungan Muhammadiyah.

Seminar yang diselenggarakan tanggal 27 April 2010 ini adalah seesuai kesepakatan Menteri Luar Negeri RI, Dr. R.M.Marty M.Natalegawa dan Menteri Luar Negeri Kerajaan Thailand, H.E. Mr. Kasit Piromya saat kunjungan Menlu Thailand ke Jakarta 15 Februari 2010. Keduanya sepakat untuk mengadakan berbagai kegiatan dalam rangka merayakan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Thailand.

Sebagai penutup acara, hadirin mendapat buah tangan berupa buah-buahan dan asem Thailand yang terasa manis. Semoga tetap berjaya dan makin sukses hubungan Indonesia – Thailand.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s