3 CARA MENJADI LEBIH KAYA

Sebuah langkah sederhana mengelola keuangan.

Susanna Sunarno

Uang. Hal sensitif karena dibutuhkan namun kerap kali juga menimbulkan problema. Dari cek cok antar teman tentang pembelian barang bersama, atau menentukan bagaimana sebuah acara terselenggara: dimana – bagaimana dan berapa besar menjadi isu besar; karena terkait masalah uang. Begitupun dengan penyelenggaraan sebuah pesta pernikahan, banyak isu dibahas yang terkait dengan uang, seperti: apa makanannya, dekor, berapa orang diundang/ siapa saja, makanan terdiri dari apa,dll. Keretakan rumah tangga sering kali juga mengintip dari masalah keuangan. Misalnya bagaimana sang istri menjadi terlalu konsumtif atau sang suami yang terlalu sering kongkow dengan teman-temannya di Cafe sehingga berakibat pada bocornya keuangan bulanan. Lambat laun ini bermuara pada cek cok kebutuhan yang kurang terpenuhi dan berdampak pada keharmonisan rumah tangga itu sendiri. Adapula yang demi gengsi membeli barang jauh di atas kemampuan pendapatan bulanannya, seperti membeli mobil, rumah besar,peralatan dapur dan furniture yang berkelas. Nah, kalau sudah bocor di keuangan bulanannya, lantas bagaimana pula merencanakan penggunaan keuangan untuk tahunan, maintanance kesehatan, rekreasi dan tabungan masa tua?  

Prinsip bagaimana menggunakan uang sebenarnya adalah masalah pokok mendasar yang harus disadari oleh kita semua. Menyesuaikan apa yang dibutuhkan karena PENTING untuk skala kebutuhan pokok, bukan kebutuhan sekunder atau demi ego dan prestige semata, perlu diperhatikan. Berhemat atau membeli seperlunya adalah hal yang harus menjadi komitment awal kita bersama. Lihatlah dengan kata mata yang lebih luas. Nah, langkah awal apa saja yang bisa dilakukan oleh siapa saja demi mendapat value money yang lebih besar? Inilah TIGA cara menuju kaya a la talkandtravel.

Sugeng dahar....1 Memasak sendiri. Memasak sendiri mempunyai efek pengurangan biaya yang cukup signifikan setiap harinya. Begitu pula dengan membawa bekal makan ke sekolah atau ke kantor, akan memiliki efek potong pengeluaran yang luar biasa. Selalu sedia bekal minum juga penting. A la bisa karena biasa, itulah yang saya alami. Dari tak pernah memasak, kini saya sudah bisa meramu jenis masakan yang sesuai kekhasan saya, tak lupa mengindahkan khaidah-khaidah kesehatan.

Bisa jadi, membeli makan di luar bukanlah sesuai yang terlalu mahal bagi anda. Dengan kata lain, dari segi kesehatan anda mampu jajan, Ngafe, atau fine dining sekalipun. Namun, bayangkan juga jika anda berhasil menyisihkan uang saku tersebut untuk didermakan kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung di sekitar kita, seperti tuna grahita, tuna netra, atau pun anak-anak terlantar dan kurang gizi yang letaknya nun jauh di pelosok bumi Indonesia. Betapa mulianya berkat hemat yang bersahabat itu. 

2. Hemat Energi. Listrik. Walau kita bisa membayar harga listrik sebanyak apapun juga, namun berhemat listrik juga berarti peduli pada bumi dan masyarakat lain. Ini terkait dengan mengambilan dan mengolahan sumber energi dari dalam bumi, sudah sebegitu banyaknya sumber daya bumi, namun manusia serasa terus menerus kekurangan. Sayangilah bumi ini. Kalau kita juga peduli pada masyarakat lain yang terpencil hidupnya dan sangat sulit mendapatkan listrik PLN, menjadikan kita perlu menghargai listrik.   

Ketika saya membuat video documentary di Kepulauan Anambas, Riau, saya melihat di salah satu pulau, masyarakat harus berpatungan membeli genset dan bensinnya untuk penerangan mereka. Itu belum semua. Listrik juga dinyalakan berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan, warga pun harus menyesuaikan aktifitas mereka, seperti menyetrika, berdasarkan jadwal listrik tersebut. Wah, betapa mahal, sulit, dan berharganya listrik bagi mereka.

Hemat energi juga berlaku bagi bagi penggunaan energi bumi lainnya, seperti bahan bakar motor, mobil, kompor.

3. Berpikir kreatif. Menggunakan sisi otak kreatifitas kita dalam melihat rumah dan lingkungan kita bisa menghemat pengeluaran, dan menambah kesehatan. Ketika saya mulai rajin melihat apa saja yang ada di taman, saya menemukan ada tanaman ginseng, jeruk sayur, pandan, daun cincau, pisang. Wah, lumayan. Pandan selalu saya gunakan untuk memasak nasi, jadilah wangi pandan yang alami. Hmmm….

Kain lap dan pernak-pernih rumah sebenarnya bisa digunakan dari bahan-bahan daur ulang; dari kain-kain yang tak terpakai, box kotak hadiah,toples makanan,dll. Lebih jauh lagi, mengembangkan BERPIKIR KREATIF itu sendiri bisa jadi mendatangkan rejeki suatu hari nanti.

Tentu saja, 3 langkah kaya yang saya sebut di atas sebenarnya lebih menyangut kekayaan kepribadian diri, yang mau pengertian, perhatian terhadap kita dan lingkungan sekitar, mau terus belajar. Kepribadian seperti itulah yang memperkaya diri, mendamaikan hati dan sangat mulia. Mari bersama-sama kita coba lebih baik setiap hari.  

Salam lestari.

4 thoughts on “3 CARA MENJADI LEBIH KAYA

    1. Betul Res… Eating out boleh dong… Kan masuk dalam bagian perencanaan rekreasi. Hemat bukan berarti gak boleh jalan-jalan plesiran, nonton dan eating out lho…. 🙂 Semua masuk dalam jadwal bulanan juga kok…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s